Senin, 05 Agustus 2013

Coming Soon: Anak Kos Dodol Return!


Dear Temans,

Alhamdulillah,
Nggak nyangka bisa nulis lanjutan Anak Kos Dodol Tamat.
Labil nih penulisnya, katanya Tamat? The End? Kok ada lanjutannya?
Ya, nggak mau kalah sama Batman yang Return atau Superman yang narsis again di layar perak. Semoga Unyil dan Si Komo juga menyusul ya, hehe.

Alhamdulillah, serial AKD masih mendapat tempat di hati pembaca. 
Dakuw sering disms dan diinbox teman-teman yang nanya mana lanjutan kisah dodol Dedew dkk ini. Aih, akyu terhura ups, terharuu!

Insya Allah,
Bakal terbit Anak Kos Dodol 5: AKD Return 
Sekarang,bukunya lagi proses siap-siap naik cetak. Bak-bik-buk di kantor redaksi di Djokdja sana.
Sibuuk!
Doakan semoga lancar yaa!

Kita intip covernya dulu yok? Kuning ngejreng!Aww!
Harapan dakuw, tentu saja semoga kalian menyukainya. Jadi obat rindu pada serial Anak Kos Dodol, aamiin! *kenceng banget doanya hehe.  

Cara Menerbitkan Buku :)

Dear Temans,

Sering banget deh ada yang mengirim surel atau menginbox di FB, gimana sih caranya menerbitkan naskah kita? Gimana caranya biar buku kita bisa mejeng di tobuk? Hm, cekidot yaa. Dakuw sharing caranya, semoga bermanfaat :)

Pertama, tentu saja kita punya naskah yang udah jadi, hehe. Naskah ini yang bakal kita tawarkan dari pintu ke pintu penerbit untuk dicari jodohnya. Siaap?

Naskah novel atau non fiksi ini kita rapikan dulu, lengkapi dengan biodata penulis, curicullum vitae, daftar isi, kata pengantar serta kelengkapan lainnya. Kamu bisa melihat buku-buku yang sudah terbit untuk melihat susunannya.

Naskah ini sebaiknya dilengkapi dengan surat pengantar berisi sinopsis per bab dan surat yang memaparkan kelebihan naskah kamu dibanding buku sejenis yang sudah terbit. Contoh sinopsis bisa kamu cek di blog/penerbit Bukune atau Gagas Media. Setelah naskah rapi jali, kamu cari deh informasi penerbit apa yang sesuai dengan naskahmu.

Kalau kamu bikin naskah personal literature kayak Anak Kos Dodol, kamu bisa mengirim naskah ke Gradien Mediatama, Bukune, atau DAR! Mizan. Kalau naskahmu novel islami? Coba jajal Diva Press, Noura Books. Kumpulan cerpen bisa ke Penerbit Sheila, imprint BIP? Naskah anak bisa ke Tiga Serangkai, Dar! Mizan atau Al Kautsar.

Untuk membidik penerbit yang tepat, jangan malas pantengi blog atau website penerbit. Biasanya, mereka memposting kok naskah apa yang dibutuhkan. Apakah novel, non fiksi, komik atau lainnya. Bisa juga, kamu riset di toko buku, membidik buku-buku yang sejenis dengan naskahmu.

Coba kirimkan ke penerbit yang cucok. Dengan riset terlebih dahulu, kemungkinan/ kans naskahmu lolos, bisa lebih besar tuh. Gimana syarat dan ketentuan mengirim naskah? Nah, cek lagi tuh blog/web, FB atau Twitter penerbit incaranmu. Biasanya, mereka posting kok ketentuan mengirim naskah pada mereka.

Apa naskah yang dibutuhkan, berapa halaman, hingga waktu tunggu biasanya lengkap ditulis disitu. Tinggal googling saja nama penerbitnya, ada GPU, kelompok Mizan, Agromedia Grup, Diva dll. Ada penerbit yang mensyaratkan naskah harus diprint dan dikirimkan hard copy nya ke penerbit. Contohnya, Gramedia Pustaka Utama atau Gagas Media.

Ada pula, yang membolehkan mengirim naskah by surel penerbit. Seperti Gradien Mediatama. Atau Dar! Mizan. Setelah naskah kamu terkirim ke penerbit entah via ekspedisi atau surel, kamu bisa menghubungi mereka untuk tahu apakah naskahmu sudah diterima atau belum.

Mengenal editor juga penting lho untuk memudahkan komunikasi. Coba deh gabung dengan grup kepenulsan seperti Penulis Bacaan Anak, IIDN atau Curhat Calon Penulis Beken.

Disana, kita bisa berkenalan dengan pihak editor dan penerbit hingga bisa berkomunikasi tentang naskah kita. Waktu tunggu? Nah, bagian ini nih yang paling membutuhkan kesabaran tingkat dewa untuk penulis, hehe. Tiap penerbit punya standar waktu yang berbeda lho. Semakin hip penerbitnya, waktu tunggunya makin mencengangkan hehe.

Ada penerbit memiliki waktu tunggu 1 bulan. Rata-rata sih 3-6 bulan. Penerbit raksasa seperti GPU, konon 6 bulan ya? Belum pernah kirim sih, hihi.

Untuk mensiasati waktu tunggu yang bikin penulis jenggotan, ada penulis yang mengirimkan naskahnya ke dua penerbit sekaligus. Dengan catatan, begitu naskah diterima di suatu penerbit, ia buru-buru menarik naskahnya di penerbit lain.

Tapi, bagiku itu riskan, takut kedua penerbit menerima naskahku, gimana dong? Jadi nggak enak! Haha.

Cara lain, jangan menunggu kabar naskahmu. Begitu naskah terkirim, ayo nulis naskah lain. Jadi, kamu nggak mati gaya bahkan deg deg splash berbulan-bulan menanti kabar. Nggak enak beud lho!

Tulis naskah lain, berdoa yang banyak biar naskah yang kita tebar menemukan soulmatenya. Aamiin! Wah, rempong ya? Ah, biasa saja. Ayo, coba dulu. Seru kok!

Oh iya, ada cara lain biar naskahmu bisa mejeng di toko buku. Kamu bisa menerbitkan sendiri naskahmu, tentu saja dengan biaya sendiri. Pekerjaan seperti promosi, distribusi dan penjualan kamu tangani sendiri. Conoth penerbit indie seperti HM Publishing di Jakarta, Mozaik di Malang, Nulisbuku.com di Jakarta dan Indie Publishing milik Dani Ardiansyah di Jakarta.

Atau, Bisa juga menggunakan jasa agen naskah seperti Indscripct Creative di Bandung. Tinggal mengirimkan naskahmu ke agen naskah terpercaya, biarkan mereka yang menawarkan naskahmu ke berbagai penerbit. Jika lolos, tinggal bagi hasil deh dengan agen naskahnya. Jangan lupa surat perjanjian yang resmi.

Fiuh, Apalagi ya? Hm, segini dulu deh.

Kalau ada pertanyaan sila colek aku yaa or mention me di Twitter @dewirieka.
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat buatmu.
Ayo, jangan kebanyakan excuse, mulai saja nulis!